Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Mundur Menuju $2.020 karena Pertikaian Ukraina-Rusia Mereda

  • Emas mencetak penurunan intraday pertama dalam lima hari, mundur dari level tertinggi 18 bulan.
  • Ukraina dan Venezuela berusaha mengurangi eskalasi ketegangan pasar tetapi kekhawatiran dari Rusia tetap ada.
  • IHK/IHP Tiongkok datang lebih kuat untuk Februari tetapi kekhawatiran stagflasi dapat mendukung para pembeli emas.

Pembeli emas mundur di sekitar $2.042, yang turun sebesar 0,40% dalam intraday selama sesi Asia haro Rabu. Dengan demikian, logam kuning ini berusaha keras untuk melanjutkan tren naik empat hari sebelumnya sambil tetap berada di sekitar level tertinggi yang terakhir terlihat selama Agustus 2020.

Upaya Ukraina dan Venezuela untuk menjinakkan ketegangan geopolitik masing-masing dengan Rusia dan AS baru-baru ini meningkatkan sentimen pasar. Akibatnya, permintaan safe-haven logam berkurang, yang pada gilirannya memicu pullback terbaru dalam harga XAU/USD.

Berita utama dari AFP, "Dalam persetujuan pada Rusia, Ukraina dilaporkan tidak lagi bersikeras pada keanggotaan NATO," menjadi katalis risiko utama pada hari sebelumnya. Berita itu juga bergabung dengan konfirmasi koridor kemanusiaan pertama di Ukraina akan meredam pesimisme pasar. Selain itu, yang mendukung selera risiko, serta berdampak negatif terhadap daya tarik safe-haven emas adalah pembebasan Venezuela atas tahanan Amerika dan petunjuk AS untuk mengurangi sanksi sesudahnya.

Sebaliknya, Rusia mungkin tidak mendukung niat Kyiv untuk menghapus tujuan atas keanggotaan NATO karena Moskow mungkin takut musuh sksn bergabung dengan Uni Eropa (UE), yang pada gilirannya menghancurkan target Presiden Vladimir Putin yang tak tersirat untuk menempatkan pemimpin yang dikendalikan oleh Kremlin di Ukraina. Baru-baru ini, Rusia menyerukan untuk menasionalisasi pabrik-pabrik milik asing yang menutup operasi, yang pada gilirannya menimbulkan keraguan pada optimisme pasar.

Berbicara tentang data, defisit perdagangan AS rally ke rekor tertinggi dan keyakinan usaha kecil untuk bulan Maret turun ke level terendah dalam 13 bulan, seperti yang dicatat oleh indeks Optimisme Ekonomi IBD/TIPP. Selanjutnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Tiongkok naik melewati perkiraan 0,8% yang mencetak ulang angka sebelumnya di 0,9% sementara Indeks Harga Produsen (IHK) melampaui konsensus pasar 8,7% dengan angka Tahun/Tahun di 8,8%, dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya di 9,1%.

Sementara yang menggambarkan sentimen, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun turun dua basis poin (bp) menjadi 1,85% sedangkanbaru-baru ini  Kontrak Berjangka S&P 500 naik 0,40% pada hari ini.

Singkatnya, kekhawatiran geopolitik yang baru-baru ini beragam dapat menantang para pembeli emas tetapi menghkhawatirkan stagflasi, karena rally terbaru dalam harga komoditas dan ketakutan ekonomi yang disebabkannya, dapat membuat para pembeli XAU/USD tetap optimis.

Analisis Teknis

Harga emas melintasi garis atas saluran naik berusia enam minggu dan beberapa resistance yang dicatat selama akhir 2020 pada hari sebelumnya. Namun, RSI yang overbought tampaknya telah memicu pullback harga emas dari rekor tertinggi $ 2.075, yang dicetak selama Agustus 2020.

Mengingat tantangan terbaru terhadap permintaan safe-haven logam, serta pullback yang diantisipasi garis MACD dari level yang lebih tinggi, para penjual emas dapat menyerang area resistance utama sebelumnya di sekitar $2.020.

Namun, kelemahan harga emas melewati $2.020 akan membuatnya berisiko untuk menembus level acuan $2.000 sambil membidik support horizontal selama dua pekan di dekat $1.975.

Sementara itu, para pembeli akan mengawasi $2.075 untuk entri baru sambil menargetkan $2.100.

Perlu dicatat bahwa garis tren naik yang menghubungkan tertinggi yang dicatat pada tahun 2011 dan 2020, di sekitar $2.110 pada saat berita ini ditulis, akan menantang para pembeli emas di atas $2.100.

Emas: Grafik Empat Jam

Emas: Grafik Empat Jam

Tren: Diperkirakan akan terjadi pullback

 

 

Shimuzu, BOJ: Inflasi Jepang akan Jelas Terakselerasi karena Meningkatnya Energi dan Biaya Bahan Baku

"Inflasi konsumen Jepang kemungkinan akan terakselerasi dengan jelas karena meningkatnya energi dan biaya bahan baku," kata kepala departemen urusan m
আরও পড়ুন Previous

Opec Barkindo: Tidak Ada Kelangkaan Fisik Minyak

Bahkan ketika harga minyak telah melonjak lebih dari 30% di tengah perang Rusia-Ukraina, "tidak ada kelangkaan fisik minyak, pada pagi ini," kata Sekr
আরও পড়ুন Next