USD/JPY Jatuh Ke Terendah Baru 24-Pekan Karena Penghindaran Risiko Menjadi Sorotan

Laporan suram dari data terbaru aktivitas AS atau ketegangan AS-Iran, ketidakpastian seputar G20, penghindaran risiko menjadi sorotan.

Akibatnya, safe-haven seperti Emas dan Yen Jepang (JPY) berada di aksi beli, yang pada gilirannya menyeret pasangan USD/JPY ke terendah baru 24-pekan di 106,78 sebelum pulih ke 106,93 menjelang sesi Eropa pada hari ini.

Indeks Manufaktur Fed Dallas adalah data terbaru yang mengecewakan pembeli Dolar AS (USD) karena indeks aktivitas merosot ke level terendah 216 tengah pada hari Senin. Selain itu, kritik Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.

Lebih jauh lagi, Presiden AS dan China cenderung tidak memberikan terobosan selama pembicaraan perdagangan mereka di G20 karena media masing-masing terus membumbui perbedaan atas ideologi mereka.

Di sisi lain, Iran menahan diri untuk tidak menghormati otoritas AS dan menutup peluang untuk setiap pembicaraan dengan pemimpin global setelah negara itu mengenakan sanksi baru terhadap negara Arab.

Selain itu, para pembuat kebijakan Cina juga diberitakan mendukung pelonggaran moneter masa depan untuk menghadapi pesimisme global karena proteksionisme perdagangan yang dipimpin AS.

Selanjutnya, pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akan diamati dengan cermat untuk mendapatkan petunjuk pergerakan moneter masa depan sedangkan data lapis kedua dari AS dan Jepang juga bisa menarik perhatian pasar.

Analisis Teknis

Terendah awal bulan di sekitar 107,80 bertindak sebagai resistensi terdekat untuk memicu penurunan baru menuju level Simple Moving Average (SMA) 21-hari di dekat 108,30. Sementara itu, terendah pertengahan April 2018 di dekat 106,60, diikuti oleh 105,70, mungkin akan dikenakan selama penurunan lebih lanjut.

 

Kontrak Berjangka EUR: Bullish Dengan Hati-hati

Open interest di pasar berjangka EUR naik untuk 3 sesi berturut-turut pada hari Senin, kali ini sekitar 5,8 ribu kontrak, sementara volume turun sekit
了解更多 Previous

Lee, BoK: Akan Merespon Dengan Tepat Pada Kondisi Ekonomi Yang Memburuk Secara Drastis

Gubernur Bank of Korea (BoK), bank sentral Korea Selatan, Lee Ju-yeol diberitakan melalui Reuters, berbicara mengenai tinjauan inflasi dua tahunan. Ku
了解更多 Next