Emas Antam Menguat, Tren Global Bertahan di Atas USD 5.000

  • Harga emas Antam naik Rp30.000 ke Rp2.917.000 per gram, mengikuti penguatan emas global.
  • Emas dunia bertahan di atas USD 5.000/ons, di tengah pergeseran minat ke aset material dan narasi jual Amerika.
  • Secara teknis, tren emas global masih solid meski RSI overbought membuka ruang jeda jangka pendek.

Harga emas Antam pada Senin (26 Januari 2026) tercatat naik Rp30.000 ke level Rp2.917.000 per gram, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp2.887.000. Kenaikan ini selaras dengan tren penguatan emas global yang masih bertahan di level tinggi, mencerminkan minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika global dan penyesuaian ekspektasi pasar.

Harga emas lokal pada perdagangan Senin bergerak menguat seiring tren global yang masih kuat, dengan logam mulia bertahan di atas USD 5.000 per ons. Analis Rabobank menilai rally ini mencerminkan pergeseran preferensi investor dari aset keuangan menuju aset material, di tengah berkembangnya narasi “jual Amerika” dan de-dolarisasi. Meski demikian, Rabobank menekankan bahwa daya tarik aset AS belum sepenuhnya pudar, tercermin dari kuatnya permintaan pada lelang obligasi pemerintah AS serta meningkatnya penggunaan dolar AS dalam pembayaran internasional, terutama dengan mengorbankan euro.

Emas Global Pertahankan Tren Naik Kuat

Grafik Harian Emas (XAU/USD)
Grafik Harian Emas (XAU/USD)


Secara teknis, grafik emas global pada kerangka harian memperlihatkan tren naik yang sangat kuat dan terjaga, dengan harga terakhir berada di sekitar USD 5.083 per ons dan mencetak lanjutan higher high. Harga bergerak jauh di atas Simple Moving Average (SMA) di area USD 4.371, yang kini berfungsi sebagai zona penyangga utama sekaligus penentu bias tren menengah-panjang. Struktur rally yang konsisten sejak akhir tahun lalu menunjukkan kontrol pasar masih berada di tangan pembeli, meski jarak harga yang semakin lebar dari SMA mengindikasikan potensi fase jeda atau konsolidasi jangka pendek.

Dari sisi momentum, Relative Strength Index (RSI) berada di area tinggi di sekitar 84, menandakan kondisi jenuh beli (overbought) secara teknis. Kondisi ini tidak serta-merta membalikkan tren, namun sering kali membuka ruang bagi koreksi terbatas atau pergerakan mendatar sebelum rally berikutnya terbentuk. Selama harga mampu bertahan di atas area support bertahap di kisaran USD 4.989-4.753, kecenderungan naik tetap dominan, dengan potensi pengujian area resistance lanjutan di sekitar USD 5.671 jika minat beli kembali menguat setelah fase penyesuaian.


Emas: Permintaan Kuat dan Harga yang Meningkat – Rabobank

Para analis Rabobank membahas keadaan terkini Emas dan Perak, mencatat bahwa Emas kini diperdagangkan jauh di atas $5.000/oz dan Perak di atas $100/oz. Laporan tersebut menyoroti pergeseran dari aset keuangan ke aset material, dengan narasi yang semakin berkembang tentang 'jual Amerika' dan de-Dollarisation
Baca lagi Previous

Valas Hari Ini: Yen Menguat atas Isyarat Intervensi, Emas Melampaui $5.100

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 26 Januari
Baca lagi Next