Harga Emas Pakistan Hari Ini: Emas Turun, menurut Data FXStreet

Harga Emas turun di Pakistan pada hari Selasa, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 41.307,02 Rupee Pakistan (PKR) per gram, turun dibandingkan dengan PKR 41.425,11 yang dibayarkan pada hari Senin.

Harga Emas menurun menjadi PKR 481.797,00 per tola dari PKR 483.174,30 per tola sehari sebelumnya.

Unit measure

Harga Emas dalam PKR

1 Gram

41.307,02

10 Gram

413.068,80

Tola

481.797,00

Troy Ounce

1.284.839,00

FXStreet menghitung harga Emas di Pakistan dengan mengadaptasi harga internasional (USD/PKR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tarif pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Sebuah alat otomatis digunakan dalam pembuatan pos ini.)

Prakiraan Harga USD/CAD: Garis Datar di Bawah 1,3900; Mengharapkan IHK AS untuk Dorongan Baru

Pasangan mata uang USD/CAD tidak memiliki bias arah yang kuat dalam perdagangan harian dan berosilasi dalam kisaran sempit di bawah level 1,3900 menjelang sesi Eropa pada hari Selasa
อ่านเพิ่มเติม Previous

WTI Mencapai Tertinggi Enam Minggu Dekat $60 karena Kekhawatiran Pasokan, Tarif AS

Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) memperpanjang kenaikannya untuk sesi keempat berturut-turut, diperdagangkan sekitar $59,70 per barel selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa
อ่านเพิ่มเติม Next