UNVR Turun ke 1.590, Level Terendah Sejak 10 Juni 2009 di Tengah Deflasi pada Data IHK Januari 2025
- UNVR turun untuk hari perdagangan keempat berturut-turut, turun ke level terendah sejak pertengahan 2009.
- Indonesia mengalami deflasi 0,76% pada basis bulanan di Januari 2025.
- Saham Unilever Indonesia berada dalam tren menurun, seperti yang diindikasikan oleh SMA 200-hari dan struktur lower highs dan lower lows.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diperdagangkan di 1.600, turun 1,84% pada saat berita ini dibuat. UNVR dibuka di 1.635 dan mencatatkan tertinggi hari 1.640 dalam satu jam pertama pembukaan. Kenaikan tersebut tidak berlangsung lama karena saham ini kemudian turun ke 1.590 pada sesi pertama perdagangan. Level tersebut merupakan terendah hari dan juga level terendah sejak 10 Juni 2009. UNVR telah menunjukkan penurunan untuk hari perdagangan keempat berturut-turut.
UNVR turun di tengah data Inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Inflasi yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2025 menunjukkan Inflasi 0,76% pada basis tahunan, dari 1,57% pada bulan sebelumnya. Sedangkan pada basis bulanan, terjadi deflasi 0,76% pada Januari 2025. Sedangkan Inflasi Inti di 2,36% pada basis tahunan dan 0,30% pada basis bulanan.
UNVR berada dalam tren menurun, itu diindikasikan oleh posisi saham ini yang berada jauh di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang saat ini berada di 2.340.Tren menurun ini juga diperkuat oleh UNVR yang terus membentuk lower highs dan lower lows baru.
Jika UNVR terus turun, maka saham ini akan menghadapi level-level yang terakhir terlihat pada pertengahan tahun 2009. Support terdekat yang bisa dihadapi saham ini adalah 1.560 (terendah 29 dan 1 Juni 2009), 1.500 (level psikologis, terendah 8 April 2009), dan 1.450 (terendah 12 Desember 2008). Sedangkan untuk sisi atas, UNVR memiliki resistance di 1.765 (tertinggi 17 Januari 2025), 1.840 (tertinggi 3 Januari 2025), dan 2.040 (tertinggi 10 Desember 2024).
