Rupiah Tunjukkan Kekuatannya di 15.609, setelah Dolar AS Tertekan Lebih Jauh
- Rupiah Indonesia terus mendapatkan keuntungan dengan menguat ke 15.609 akibat Dolar AS yang melemah.
- Data-data AS yang dirilis pada Jumat lalu lagi-lagi menunjukkan perlambatan.
- Komentar Ketua The Powell di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole 2024 akan dicermati.
Senin, pagi ini di perdagangan sesi Asia, Rupiah Indonesia (IDR) telah menjejakkan penguatannya di level 15.609. Pasangan USD/IDR telah bergerak semakin rendah setelah perdagangan pada hari Jumat yang ditutup di 15.676, sempat mencapai terendah hari Jumat di 15.520 karena USD tersungkur akibat data-data AS yang suram, yang dirilis pada hari terakhir di perdagangan pekan lalu.
Pekan ini, di hari Rabu tanggal 21 Agustus, Bank Indonesia (BI) akan merilis keputusan suku bunganya, yang diprakirakan akan tetap dipertahankan di tingkat 6,25%. Menurut tim Ekonomi Global ING, penguatan nilai tukar Rupiah dan penurunan suku bunga acuan baru-baru ini dapat membuat pelonggaran menjadi prospek yang lebih realistis dibandingkan dengan konsensus yang ada. Meskipun suku bunga diharapkan tidak akan dipangkas, inflasi di Indonesia masih terkendali dan penurunan suku bunga bisa saja terjadi. Kemungkinan besar pemangkasan pertama akan dilakukan setelah Federal Reserve mulai melakukan pelonggaran.
Pembangunan Perumahan Baru (Housing Starts) AS turun 6,8% di bulan Juli menjadi 1,238 juta unit dari kenaikan 1,1% di bulan Juni, level terendah sejak tahun 2020. Izin Mendirikan Bangunan bulan Juli, 1,396 Juta, lebih rendah dari harapan dan sebelumnya yang masing-masing tercatat di 1,43Jt dan 1,454Jt. Angka-angka ini meningkatkan kekhawatiran terhadap melemahnya perekonomian, terutama setelah laporan inflasi dan tenaga kerja yang lebih lemah baru-baru ini.
Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly, mengatakan bahwa bank sentral AS perlu mengambil pendekatan bertahap guna menurunkan biaya pinjaman. Daly juga menyerukan pendekatan yang "bijaksana" untuk menurunkan suku bunga. Menepis kekhawatiran para ekonom bahwa ekonomi AS sedang menuju perlambatan tajam yang memerlukan penurunan suku bunga secara cepat.
Inflasi terus menunjukkan rangkaian pembacaan yang lebih rendah pada bulan Juli, memastikan peluang bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan depan.
Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole 2024 yang akan diadakan pada tanggal 22-24 Agustus dengan judul "Menilai Kembali Efektivitas dan Transmisi Kebijakan Moneter". Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato pada hari kedua acara tersebut pada hari Jumat. Kata-katanya akan dicermati oleh pasar setelah rilis risalah rapat FOMC (Rabu, 21 Agustus).