Harga Emas Pertahankan Kenaikan Dekat $2.400 di Tengah Kuatnya Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed
- Harga Emas mempertahankan kenaikan ke dekat $2.400, didorong oleh meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed pada bulan September.
- Inflasi AS yang lebih rendah dari prakiraan pada bulan Juni mengindikasikan bahwa tekanan harga akan kembali ke 2%.
- Para investor menunggu pernyataan Ketua The Fed Powell dan data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juni.
Harga Emas (XAU/USD) rebound ke dekat $2.400 di sesi Eropa hari Senin setelah sedikit koreksi dari tertinggi tujuh minggu $2.424 pada hari Kamis. Logam mulia melemah karena Dolar AS menguat setelah serangan pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan daya tarik Dolar AS.
Serangan penembak jitu terhadap Trump telah meningkatkan peluangnya untuk memenangkan pemilihan Presiden AS akhir tahun ini. Ini menyebabkan para investor mengalirkan dana ke Dolar AS, karena Donald Trump dikenal menyukai kebijakan perdagangan yang protektif, yang merupakan skenario yang menguntungkan bagi Greenback. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, menguat di dekat 104,00.
Semakin Tinggi Dolar AS membuat harga Emas menjadi taruhan yang mahal bagi para investor. Namun, prospek jangka pendek Dolar AS masih lemah karena Federal Reserve (The Fed) diprakirakan akan menurunkan suku bunga mulai pertemuan bulan September.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Kesulitan untuk Melanjutkan Kenaikan seiring Menguatnya Dolar AS
- Harga Emas pulih setelah jeda dalam tren naik dekat tertinggi tujuh minggu $2.424, yang tercatat pada hari Kamis. Namun, prospek harga Emas dalam jangka pendek tetap kuat karena imbal hasil obligasi AS melemah. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS turun karena ekspektasi pasar terhadap The Fed akan menurunkan suku bunga mulai pertemuan bulan September telah meningkat secara signifikan.
- Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun sedikit lebih tinggi ke 4,20% tetapi dekat terendah dalam hampir empat bulan. Imbal hasil yang lebih rendah pada aset-aset berbunga mengurangi opportunity cost dari memegang investasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti Emas.
- Besarnya probabilitas penurunan suku bunga The Fed merupakan hasil dari menurunnya inflasi konsumen dan melemahnya kekuatan pasar tenaga kerja AS. Pekan lalu, laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Juni menunjukkan bahwa tekanan harga melambat lebih cepat dari prakiraan. Tekanan inflasi yang lemah meningkatkan keyakinan bahwa proses disinflasi telah berlanjut kembali setelah mengalami penurunan yang moderat pada kuartal pertama tahun ini. Selain itu, IHK umum bulanan mengalami deflasi untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
- Minggu ini, para investor akan fokus pada data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juni, yang akan dipublikasikan pada hari Selasa. Laporan Penjualan Ritel diprakirakan menunjukkan bahwa penjualan di toko ritel tetap tidak berubah setelah sedikit tumbuh 0,1% di bulan Mei.
- Pada sesi hari Senin, para investor akan fokus pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di Economic Club of Washington, yang dijadwalkan pada pukul 16:30 GMT (23:30 WIB). Dalam komentar terbarunya pada kesaksian setengah tahunan di Kongres, Powell mengakui beberapa kemajuan dalam inflasi namun menegaskan kembali bahwa para pengambil kebijakan ingin melihat inflasi turun selama berbulan-bulan untuk mendapatkan keyakinan terhadap penurunan suku bunga.
Analisis Teknis: Harga Emas Diperdagangkan Sideways di Dekat $2.400

Harga Emas diperdagangkan dalam kisaran yang ketat, sedikit di atas $2.400. Logam mulia mencari lebih banyak petunjuk tentang kapan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga. Logam kuning menunjukkan pergerakan konsolidasi selama tiga bulan terakhir, berkisar antara $2.277-2.450.
Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang miring ke atas di dekat $2.363 mengindikasikan bahwa tren keseluruhan adalah bullish.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari naik di atas 60,00 untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, mengindikasikan lebih banyak kenaikan di depan karena tidak adanya sinyal seperti oversold dan divergensi.