Rupiah Melemah di 16.442 terhadap Dolar AS di Atas Penutupan Kemarin
- Rupiah bergerak di atas penutupan kemarin, yang sekarang tengah diperdagangkan di 16.442.
- Defisit anggaran Indonesia ditetapkan di kisaran 2,29%-2,8% dalam RAPBN 2025.
- Pasar akan menunggu PDB AS yang akan dirilis besok dan PCE Jumat pekan ini.
Pasangan USD/IDR saat ini sedang diperdagangkan menguat di 16.442 setelah kemarin ditutup di 16.409. Pasangan mata uang ini tampaknya membentuk formasi baru yang berbentuk persegi panjang dengan batas atas berada di 16.517 dan batas bawah di 16.345. JISDOR yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) kemarin (25 Juni) menunjukkan level Rupiah (IDR) di 16.379, lebih kuat dari level yang tercatat pada 24 Juni di 16.431.
Dolar AS (USD) yang diukur oleh Indeks Dolar AS (DXY) pagi ini bergerak di 105,63 menjelang rilis data-data penting dari AS pekan ini.
Para pedagang akan mencermati sejumlah data penting dalam perekonomian AS. Produk Domestik Bruto (PDB) Disetahunkan AS untuk kuartal pertama akan dirilis pada hari Kamis dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) pada hari Jumat.
Presiden The Fed Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari berpendapat pada hari Kamis pekan lalu, bahwa mungkin diperlukan waktu satu atau dua tahun untuk mengembalikan inflasi ke level 2%. Selain itu, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan pada hari Selasa (kemarin) bahwa mereka belum sampai pada titik yang tepat untuk memangkas suku bunga.
Di Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Tim Prabowo-Gibran dalam konferensi pers Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, menyebutkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto berkomitmen untuk menjaga defisit fiskal APBN di bawah 3 persen jumlah Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam RAPBN 2025, defisit anggaran ditargetkan dalam rentang 2,29%-2,8%.
Penjelasan yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut telah meredam kekhawatiran di pasar terkait arah kebijakan pemerintahan yang baru di Indonesia.
CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa harapan akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin di bulan September meningkat ke 59,5% dari ekspektasi bulan sebelumnya yang berada di 44,9%. Meningkatnya harapan ini membantu sentimen di dalam negeri dan internasional menguat sehingga dapat menekan pasangan mata uang USD/IDR dan mengangkat Rupiah.