WTI Bertahan di Bawah $80,85 di Tengah Penguatan Dolar AS, Pasar Terbebani Masalah Pasokan Rusia

  • WTI diperdagangkan di wilayah negatif di dekat $80,85 di tengah penguatan USD.
  • Prospek ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dapat mengangkat harga WTI.
  • OPEC+ bersiap untuk menegaskan kebijakan pemangkasan produksinya di tengah-tengah ketegangan di Timur Tengah dan Rusia.

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di kisaran $80,85 pada hari Rabu. Harga WTI melemah di tengah pemulihan moderat Dolar AS (USD) dan reaksi beragam terhadap hilangnya kapasitas kilang Rusia setelah serangan Ukraina baru-baru ini.

Gangguan pada kilang di Rusia yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak Ukraina meningkatkan kekhawatiran atas pasokan minyak global. Para analis memprakirakan bahwa gangguan ini mempengaruhi sekitar 12% dari total kapasitas pemrosesan minyak Rusia. Faktor-faktor geopolitik kemungkinan akan memainkan peran kunci dalam harga WTI dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina dapat mengangkat harga emas hitam.

Selain itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) akan menegaskan kebijakan pemangkasan produksinya di tengah-tengah ketegangan di Timur Tengah dan Rusia. Perlu dicatat bahwa ketika OPEC+ menurunkan suplai ketika permintaan turun, harga WTI cenderung naik.

Selain itu, kenaikan harga WTI didukung oleh pelemahan USD yang biasanya membuat minyak lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed) tahun ini memberikan dukungan pada harga WTI. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kembali minggu lalu bahwa para pengambil kebijakan berencana untuk memangkas suku bunga sebelum akhir tahun ini, mengingat pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut.

Para pelaku pasar akan mencermati data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures PCE) bulan Februari AS yang akan dirilis pada hari Jumat. Jika laporan tersebut menunjukkan angka yang lebih kuat dari prakiraan, hal ini dapat menunda ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini dan membatasi kenaikan harga WTI. Federal Funds Futures telah memprakirakan peluang 74,5% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan Juni, menurut alat FedWatch CME Group. 

Level-Level Teknis Minyak WTI AS

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 80.78
Perubahan harian hari ini -0.31
Perubahan harian hari ini % -0.38
Pembukaan harian hari ini 81.09
 
Tren
SMA 20 Harian 79.61
SMA 50 Harian 77.45
SMA 100 Harian 75.59
SMA 200 Harian 78.52
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 82.17
Terendah Harian Sebelumnya 81.04
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 83.05
Terendah Mingguan Sebelumnya 80.24
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 79.27
Terendah Bulanan Sebelumnya 71.46
Fibonacci Harian 38,2% 81.47
Fibonacci Harian 61,8% 81.74
Pivot Point Harian S1 80.7
Pivot Point Harian S2 80.31
Pivot Point Harian S3 79.57
Pivot Point Harian R1 81.82
Pivot Point Harian R2 82.56
Pivot Point Harian R3 82.94

 




 

 

Yen Jepang Merana di Dekat Level Terendah tahun Berjalan terhadap USD, Tampaknya Berisiko Turun Lebih Jauh

Yen Jepang (JPY) melemah selama tiga hari berturut-turut pada hari Rabu dan turun mendekati level terendah sejak November 2023, yang disentuh terhadap mata uang Amerika minggu lalu. Meskipun menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2007, Bank of Japan (BoJ) memberikan nada dovish di akhir pertemuan kebijakan bulan Maret dan tidak memberikan petunjuk tentang langkah-langkah kebijakan di masa depan, atau laju normalisasi kebijakan. Sehingga hal ini, membuat JPY tetap bertahan, meskipun intervensi verb
Baca lagi Previous

USD/IDR Menguat ke 15.852, Tekan Rupiah Lebih Jauh, Fokus pada Sidang Perdana Gugatan Pilpres dan Data PCE AS

USD/IDR menguat ke 15.852 di pagi hari sesi perdagangan Asia, yang menekan Rupiah Indonesia (IDR) lebih jauh. Volume perdagangan pekan ini di pasar akan lebih rendah, karena sebagian besar bank akan tutup untuk merayakan libur Jumat Agung, termasuk di Indonesia.
Baca lagi Next