USD/KRW Coba Tembus Kisaran Perdagangan di Atas 1.343,44 setelah Indeks Survei Bisnis Korea Selatan Naik ke 71

  • USD/KRW menguat ke 1.343,44 setelah rilis data Indeks Survei Bisnis Korea Selatan.
  • Indeks Survei Bisnis bulan Maret di Korea Selatan menunjukkan peningkatan ke 71 versus 70 sebelumnya.
  • Pantau Produksi Industri dan Penjualan Ritel Singapura dan PCE AS hari Jumat.

Won Korea Selatan (KRW) sedikit melemah melawan Dolar AS (USD), dengan USD/KRW naik ke 1.343,44 pada saat berita ini ditulis. Pasangan mata uang ini sedang mencoba keluar dari kisaran sebelumnya di sekitar 1.320,43-1.342,43. Harga tampaknya kini berusaha menembus ke sisi atas dari kisaran perdagangan tersebut.

Pagi tadi, Indeks Survei Bisnis (Business Survey Index/BSI) yang mengukur kepercayaan bisnis Korea Selatan di bulan Maret meningkat ke 71 dari angka sebelumnya yang tercatat di 70. Kebutuhan di dalam negeri dan ekspor meningkat bersama dengan kenaikana harga beli bahan baku dan harga jual.

Selain itu, kemarin (26/03/2024), Bank of Korea merilis angka Kepercayaan Konsumen Gabungan bulan Maret (Composite Consumer Sentiment Index/CCSI) yang turun ke 100,7 dari 101,9 pada bulan sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh melonjaknya harga barang-barang pertanian dan merosotnya belanja swasta. 

Angka kepercayaan konsumen tersebut mencerminkan adanya kekhawatiran akan kondisi ekonomi dan peningkatan harga-harga, terutama harga pangan di dalam negeri setelah angka Inflasi Korea Selatan bulan Februari menunjukkan kenaikan.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, terlihat berusaha mempertahankan kekuatannya, dengan tetap bergerak di atas 104 menjelang data penting di AS pada hari Jumat. 

Data-data AS yang dirilis semalam di sesi AS, menunjukkan hasil beragam yang membantu Dolar AS tetap stabil sejauh ini.

Pesanan Barang Tahan Lama utama di bulan Februari menguat ke 1,4% dari -6,9%, lebih tinggi dari prakiraan 1,3%. Sementara, Keyakinan Konsumen Conference Board AS untuk bulan Maret, menunjukkan sebaliknya, dengan turun ke 104,7, lebih rendah dari ekspektasi 106,7. Perbedaan ini membantu Dolar AS tetap stabil menjelang rilis data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) di akhir pekan ini.

Selanjutnya pada hari Jumat, Korea Selatan akan merilis angka Produksi Industri dan Penjualan Ritel untuk bulan Februari.

Di sesi Amerika Serikat, para pedagang akan fokus pada data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) bulan Februari, yang akan dicermati untuk mendapatkan petunjuk waktu pemangkasan suku bunga The Fed.

Level-Level Teknis USD/KRW

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 1345.06
Perubahan harian hari ini 0.98
Perubahan harian hari ini % 0.07
Pembukaan harian hari ini 1344.08
 
Tren
SMA 20 Harian 1330.54
SMA 50 Harian 1332.4
SMA 100 Harian 1319.06
SMA 200 Harian 1320.33
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 1344.87
Terendah Harian Sebelumnya 1334.43
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 1350
Terendah Mingguan Sebelumnya 1321.97
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 1343.92
Terendah Bulanan Sebelumnya 1320.7
Fibonacci Harian 38,2% 1340.88
Fibonacci Harian 61,8% 1338.42
Pivot Point Harian S1 1337.38
Pivot Point Harian S2 1330.69
Pivot Point Harian S3 1326.94
Pivot Point Harian R1 1347.82
Pivot Point Harian R2 1351.57
Pivot Point Harian R3 1358.26

 

 

Tamura, BoJ: Kebijakan Moneter Kemungkinan akan Tetap Akomodatif untuk Saat Ini

Anggota dewan Bank of Japan (BoJ) Naoki Tamura mengatakan pada hari Rabu bahwa, berdasarkan prospek ekonomi dan harga saat ini, bank sentral Jepang diantisipasi untuk mempertahankan kondisi moneter yang akomodatif untuk saat ini.
Mehr darüber lesen Previous

Yen Jepang Merana di Dekat Level Terendah tahun Berjalan terhadap USD, Tampaknya Berisiko Turun Lebih Jauh

Yen Jepang (JPY) melemah selama tiga hari berturut-turut pada hari Rabu dan turun mendekati level terendah sejak November 2023, yang disentuh terhadap mata uang Amerika minggu lalu. Meskipun menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2007, Bank of Japan (BoJ) memberikan nada dovish di akhir pertemuan kebijakan bulan Maret dan tidak memberikan petunjuk tentang langkah-langkah kebijakan di masa depan, atau laju normalisasi kebijakan. Sehingga hal ini, membuat JPY tetap bertahan, meskipun intervensi verb
Mehr darüber lesen Next