USD/CNY Anjlok ke 7,1963 karena Penguatan Yuan Tiongkok setelah Komentar PM Li di Akhir Pekan
- Yuan Tiongkok (CNY) melonjak, sehingga menenggelamkan USD/CNY ke 7,1963.
- PM Tiongkok, Li Qiang, menyebutkan inflasi Tiongkok dan rasio utang pemerintah pusat yang rendah berarti banyak ruang untuk kebijakan makro.
- Para pedagang akan memantau komentar-komentar Presiden The Fed Atlanta, Bostic, malam ini.
Yuan Tiongkok (CNY) melonjak dan menekan pasangan USD/CNY hingga ke 7,1963 pada pagi hari di perdagangan sesi Asia. Pada perdagangan Jumat lalu, pasangan mata uang ini ditutup di bawah level psikologis 7,2300 setelah melesat dengan kuat melampaui level penting di 7,2200.
Penguatan Yuan tersebut terjadi setelah Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, berbicara kepada para CEO global dan pengambil kebijakan Tiongkok pada hari Minggu, di Forum Pembangunan Tiongkok di Beijing. PM Tiongkok tersebut mendukung dan menyambut baik perusahaan-perusahaan dari semua negara untuk berinvestasi dan memperdalam pijakan mereka di Tiongkok.
Dia juga menyebutkan bahwa, inflasi Tiongkok dan rasio utang pemerintah pusat yang rendah berarti terdapat banyak ruang untuk kebijakan makro.
People's Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk sesi perdagangan hari ini di 7,0996, dibandingkan 7,2267 estimasi dan penetapan hari sebelumnya di 7,1004. Selisih antara prakiraan tingkat dan aktual adalah yang terbesar dalam 10 bulan. USD/CNY diperbolehkan untuk diperdagangkan kurang atau lebih 2% dari kurs tengah harian.
Sementara Dolar AS yang mengalami koreksi pagi ini, semakin menekan pasangan mata uang tersebut. Dengan Indeks Dolar AS (DXY) saat ini diperdagangkan lebih rendah di 104,30 setelah mencapai level 104,48 di akhir pekan lalu. USD mengalami penguatan karena data-data yang dirilis menunjukkan bahwa ekonomi masih kuat setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di kisaran di 5,25-5,50%.
Pasar akan memantau data Penjualan Rumah Baru dan Indeks Aktivitas Nasional The Fed Chicago bulan Februari di sesi perdagangan Amerika Serikat (AS) malam ini. Selain itu, komentar-komentar dari Presiden Federal Reserve Bank Atlanta Raphael Bostic dalam pidatonya di acara bertajuk Pembangunan Ekonomi yang Adil juga akan diperhatikan.