Dolar AS Semakin Melemah di Awal Minggu yang Penuh Data

  • Dolar AS turun pada hari Senin karena tekanan jual terus berlanjut.
  • Sentimen pasar berubah menjadi gugup pada minggu penting dalam kalender ekonomi AS.
  • Indeks Dolar AS meluncur di bawah 104,00 dan bisa turun lebih jauh karena data pekan ini.

Dolar AS (USD) melemah pada hari Senin, melanjutkan penurunan Jumat. Dua pendorong utama yang perlu diingat Greenback pada Senin ini: Pertama, kemenangan telak mantan Presiden AS Donald Trump atas negara bagian asal Nikki Haley, South Carolina, yang menempatkan Trump sangat dekat untuk mendapatkan jumlah delegasi yang dibutuhkan untuk pencalonan Presiden. Kedua, banyaknya data ekonomi utama yang akan dirilis sepanjang minggu ini, dengan angka kedua Produk Domestik Bruto AS pada hari Rabu dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE) pada hari Kamis sebagai pendorong utama yang dapat mempengaruhi pasar ke segala arah.

Minggu ini dimulai dengan tenang, dengan kalender ekonomi yang sangat sepi. Namun, kondisi dapat ditentukan dengan adanya data Penjualan Rumah Baru. Penurunan lebih lanjut, bersama dengan penurunan Izin Bangunan dan Perumahan Baru pada minggu lalu, dapat mengkonfirmasi bahwa pasar perumahan berada di bawah tekanan akibat rezim suku bunga tinggi.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Senin ini Waktunya untuk Melakukan Penilaian

  • Goldman Sachs mengatakan bahwa Hedge Funds melepas saham-saham Teknologi dengan laju tercepat dalam tujuh bulan, Bloomberg melaporkan.
  • Di London, konferensi energi besar akan diadakan. Para pedagang akan menantikan berita dari para menteri energi utama dan orang-orang penting terkait Minyak, Gas, dan energi-energi alternatif.
  • Pada pukul 15:00 GMT (22:00 WIB), data Penjualan Rumah Baru akan dipublikasikan. Penjualan diprakirakan naik dari 0,664 juta menjadi 0,680 juta. Data perumahan minggu lalu menunjukkan beberapa penurunan, yang dapat dikonfirmasi melalui rilis ini. Melambatnya pasar perumahan dapat menjadi kekhawatiran bagi Federal Reserve AS karena bank mungkin terpaksa menurunkan suku bunga acuannya jika potensi permasalahan di pasar perumahan AS menyebar ke sistem keuangan.
  • Departemen Keuangan AS akan menjalani hari yang sangat sibuk pada Senin ini:
    • Mendekati pukul 16:30 GMT (23:30 WIB), surat utang 3-bulan dan 6-bulan akan dirilis.
    • Pada pukul 18:00 GMT (Selasa, 01:00 WIB), surat utang bertenor 2-tahun dan 5-tahun akan dirilis di pasar.
  • Ekuitas tampak suram pada Senin ini, karena aksi profit-taking secara menyeluruh. Tampaknya para investor mengurangi eksposur mereka setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa yang terlihat pada minggu lalu dan menjelang data inflasi utama AS pada pekan ini.
  • Menurut FedWatch Tool dari CME Group, ekspektasi terhadap jeda The Fed pada pertemuan 20 Maret adalah sebesar 97,5%, sementara peluang penurunan suku bunga mencapai 2,5%.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun diperdagangkan di sekitar 4,2%, lebih rendah 10 basis poin dari puncak minggu lalu.

Analisa Teknis Indeks Dolar AS: Mempersiapkan Posisi Menjelang Hari Kamis

Indeks Dolar AS (DXY) menghadapi beberapa tekanan negatif pada hari Senin. Diprakirakan akan ada persiapan yang sangat menegangkan menjelang acara utama pada hari Kamis, rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE). Kenaikan dalam angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) selama dua minggu terakhir mengangkat ekspektasi pasar terhadap indeks PCE, yang berarti angka apa pun di bawah ekspektasi dapat memicu penurunan DXY secara substansial.

Untuk sisi atas, Simple Moving Average (SMA) 100-hari di dekat 104,05 adalah level pertama yang harus diperhatikan karena merupakan support yang telah berubah menjadi resistance. Jika Dolar AS mampu melewati 104,60, 105,12 adalah level penting berikutnya yang harus diperhatikan. Satu langkah lebih jauh dari itu adalah 105,88, yang merupakan tertinggi November 2023. Pada akhirnya, 107,20 – tertinggi 2023 – bahkan bisa kembali masuk dalam jangkauan, namun hal tersebut akan terjadi ketika pasar kembali mempertimbangkan penentuan waktu penurunan suku bunga The Fed, yang kemungkinan akan menundanya ke kuartal terakhir 2024.

Melihat ke bawah, Simple Moving Average 200-hari di 103,73 ditembus pada hari Kamis dan akan melihat lebih banyak penjual Dolar AS berbondong-bondong untuk memperdagangkan penembusan tersebut. SMA 200-hari seharusnya tidak lepas begitu saja, jadi kemunduran kecil kembali ke level tersebut bisa jadi hal yang wajar. Pada akhirnya, mata uang ini akan kehilangan kekuatannya karena tekanan jual yang sedang berlangsung dan bisa jatuh ke 103,16, SMA 55-hari.

GBP/USD Harus Menembus 1,2710 untuk Menunjukkan Momentum Teknis Tambahan – Scotiabank

GBP/USD sedikit menguat pada sesi ini. Para ekonom di Scotiabank menganalisis prospek pasangan mata uang ini.
Devamını oku Previous

EUR/USD Perlu Mengatasi Tertinggi Lonjakan Minggu Lalu di 1,0890 untuk Lanjutkan Tren Naik – Scotiabank

EUR/USD diperdagangkan menguat seiring berlanjutnya tren naik jangka pendek. Para ekonom di Scotiabank menganalisis prospek pasangan mata uang ini.
Devamını oku Next