IHSG Menguat ke 7.360,69, Terdorong Sentimen Pasca Pilpres

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke 7.360,69 dipengaruhi sentimen positif setelah pemilu pilpres.
  • Neraca Perdagangan Indonesia untuk bulan Januari berkontraksi ke 2,01, Penjualan Ritel AS mencapai -0,8% MoM.
  • Para investor menunggu rilis suku bunga Indonedia pekan depan, fokus hari ini tertuju pada sektor perumahan di AS.

Pada penutupan pedagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebanyak 93,53 poin atau 1,30% dengan ditutup pada harga 7.303,28. Pagi ini IHSG masih melanjutkan penguatannya, saat berita ini ditulis harga Saham Gabungan ini diperdagangkan di level 7.360,69, naik 63,99 poin (0,89%).

Penguatan IHSG kemarin didorong oleh hasil quick count pemilu pilpres yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari, adanya harapan akan pemilihan umum (pemilu) presiden untuk satu putaran tampaknya telah memperkuat sentimen positif di pasar dalam jangka pendek, karena meredam ketidakpastian.

Badan Statistik Indonesia (BSI) telah merilis data Neraca perdagangan untuk bulan Januari kemarin, yang menunjukkan bahwa Neraca perdagangan mengalami kontraksi ke 2,01 juta dibandingan dengan angka sebelumnya di 3,3 juta. Ekspor juga mengalami penurunan di -8,06% dibandingkan angka bulan Desember di -5,76%, sementara Impor melonjak ke 0,36% bila dibandingkan dengan angka bulan sebelumnya di -3,81%. Para investor selanjutnya akan memantau rilis suku bunga Indonesia pada hari Rabu pekan depan.

Sementara, data yang di rilis dari Amerika Serikat semalam, Penjualan Ritel untuk bulan Januari mencapai -0,8% MoM, jauh di bawah prakiraan -0,1%, hal ini sedikit melemahkan prospek inflasi sehingga harapan akan penurunan suku bunga The Fed berkurang. Hari ini, sektor perumahan AS dan data inflasi akan menyedot perhatian dengan rilis Harga Produsen, Perumahan Baru (Housing Starts) dan Izin Pendirian Bangunan (Building Permits) serta Sentimen Konsumen Michigan.

Saham-saham yang menjadi pendorong IHSG antara lain adalah BMRI (2,5%), BBRI (2,1%) kemudian disusul dengan saham AMMN (4,6%), dan saham-saham yang membebani di antaranya ASII (-1,4%), CUAN (-9,9%) dan GOTO (-1,2%).

IHSG Menguji Batas Atas Pola Segitiga di 7.360,29

Pada grafik 4 jam, terlihat candlestick hari ini berwarna hijau yang sedang menguji batas atas pola segitiga yang ditarik dari puncak 5 Januari ke puncak 15 Februari (garis berwarna hijau toska), di sekitar 7.360,29. Hingga saat ini harga IHSG telah mencetak tertinggi di 7.369,71, sedikit di atas batas atas pola yang disebutkan. Relative Strength Index (RSI) 14 masih menunjukkan adanya ruang untuk bergerak ke atas, yang sekarang berada di sekitar level 63,94. Penutupan di atas batas atas pola segitiga ini, akan memungkinkan bagi harga untuk mencapai 7.403,57 dan level-level di atasnya.

Kegagalan untuk menutup di atas batas atas pola segitiga tersebut, harga berpeluang berbalik arah untuk turun ke level di mana Simple Moving Average (SMA) 20 berada di 7.241,69 yang berdekatan dengan batas bawah pola segitiga (garis berwarna magenta) dan level support psikologis di bawahnya yaitu level 7.200.

Grafik 4 Jam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

 

 

 

EUR/USD Menghentikan Kenaikan Dua Hari Beruntun karena Membaiknya Dolar AS, Turun Tipis Mendekati 1,0760

EUR/USD melemah setelah dua hari kenaikan, yang dapat dikaitkan dengan optimisme pasar meskipun data Penjualan Ritel mengecewakan dari Amerika Serikat
Leer más Previous

Ueda, BoJ: Akan Mempertimbangkan Langkah Kebijakan ketika Kondisi Target Inflasi Terpenuhi

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengatakan pada hari Jumat, "ketika pencapaian target harga yang stabil dan berkelanjutan mulai terlihat, kami
Leer más Next