AUD/USD Jauh untuk Sesi Perdagangan Kelima Berturut-turut di Tengah Kekhawatiran Perlambatan Global

  • AUD/USD meraih terendah baru mingguan di dekat 0,6560 saat sentimen pasar yang lebih luas adalah risk-off.
  • Ketua The Fed Powell menganggap kebijakan moneter saat ini tidak cukup untuk menurunkan inflasi ke 2%.
  • Laporan PKM RBA mengindikasikan bahwa pengetatan lebih lanjut akan sangat bergantung pada data yang masuk.

Pasangan AUD/USD melanjutkan penurunan beruntunnya untuk sesi perdagangan kelima karena kekhawatiran terhadap perlambatan global semakin mendalam setelah komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dalam komentarnya di International Monetary Fund (IMF) pada hari Kamis.

S&P500 dibuka dengan catatan bullish karena kekhawatiran terhadap meluasnya ketegangan di Timur Tengah mulai memudar. Para investor melihat konflik antara Israel dan Palestina masih dapat dibatasi dan mungkin Iran tidak akan melakukan intervensi. Indeks Dolar AS (DXY) konsolidasi di dekat 105,80, kesulitan untuk melanjutkan pemulihan, karena para investor mengalihkan fokus ke data inflasi AS untuk bulan Oktober, yang akan dipublikasikan minggu depan.

Jerome Powell, dalam komentarnya, tidak menunjukkan keyakinan terhadap kebijakan moneter saat ini, mengingat kebijakan tidak cukup untuk menurunkan inflasi ke 2% pada waktu yang tepat.

Ekspektasi bahwa The Fed mungkin tidak dapat mencapai stabilitas harga dengan tingkat suku bunga saat ini didorong oleh ketahanan perekonomian AS. Perekonomian terbesar di dunia memiliki kinerja yang lebih kuat dalam hal belanja konsumen dan pasar tenaga kerja, yang dapat memperlambat kemajuan inflasi kembali ke 2%.

Terkait Dolar Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) merilis Pernyataan Kebijakan Moneter (PKM) pada Jumat pagi. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa pengetatan lebih lanjut akan sangat bergantung pada data yang masuk. RBA memperingatkan bahwa inflasi ternyata lebih besar dari prakiraan. Menurut prakiraan, inflasi diprakirakan mereda ke 4,5% pada tahun 2023, 3,5% pada tahun 2024, dan 3,0% pada akhir tahun 2025.

 

Kenaikan Imbal Hasil Belum Tentu akan Dukung Pergerakan USD ke Depan – Scotiabank

USD melonjak pada hari Kamis karena imbal hasil AS naik dengan kuat. Para ekonom di Scotiabank menganalisis prospek Greenback. Trennya Mungkin Stabil
مزید پڑھیں Previous

EUR/USD akan Pulih Secara Moderat di 2024 – Commerzbank

Para ekonom di Commerzbank memprakirakan pasangan EUR/USD akan kembali menguat tahun depan. ECB Kemungkinan akan Menurunkan Suku Bunga Lebih Rendah d
مزید پڑھیں Next