Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Melayang di Dekat $1.910 dengan Bias Negatif, Fokus pada Makro AS

  • Harga emas terlihat melemah menuju $1.900 di tengah penguatan Dolar AS.
  • Para pedagang masih memperhitungkan kemungkinan kebijakan suku bunga The Fed akan lebih tinggi untuk jangka waktu yang lama.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang optimis mendukung potensi Greenback.

Harga emas bergerak turun, diperdagangkan lebih rendah di sekitar $1.910 per troy ons selama sesi Asia pada hari Selasa. Dolar AS (USD) terus menguat, sebagian karena sentimen pasar yang berhati-hati dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Indeks Dolar AS (DXY) berada di dekat 106,00 pada saat artikel ini ditulis. Indeks ini mencapai level tertinggi pada hari Senin sejak November. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik menjadi 4,55%, level yang belum pernah terjadi sejak Oktober 2007.

Selain itu, kemungkinan suku bunga tinggi bertahan dalam jangka waktu yang lama didasarkan pada ketahanan ekonomi Amerika Serikat (AS), yang menekan aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Emas.

Menurut Reuters, Presiden AS Joe Biden dan salah satu penasihat seniornya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi dampak penutupan pemerintah federal. Mereka menyatakan keprihatinan bahwa penutupan tersebut dapat mengakibatkan kesulitan yang meluas, termasuk hilangnya tunjangan makanan untuk hampir 7 juta wanita dan anak-anak berpenghasilan rendah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ada kesepakatan sebelumnya antara Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy mengenai tingkat pengeluaran pemerintah. Namun, perlu dicatat bahwa Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasai oleh Partai Republik mungkin akan mencoba meloloskan pemotongan anggaran yang signifikan pekan ini.

Pemangkasan yang diusulkan ini akan membutuhkan persetujuan dari Senat yang dikuasai Partai Demokrat, yang diharapkan akan menolaknya. Jika kedua majelis gagal mencapai kesepakatan mengenai pengeluaran pemerintah, hal ini dapat menyebabkan penutupan sebagian pemerintah pada hari Ahad berikutnya.

Para investor kemungkinan akan mengamati rilis data makro seperti Kepercayaan Konsumen AS, Pesanan Barang Tahan Lama, Klaim Pengangguran Awal, dan pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (Fed), yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang dijadwalkan akan dirilis pada akhir pekan ini.

Data-data ini dapat memberi wawasan penting mengenai tekanan inflasi dalam perekonomian AS dan dapat berdampak pada kebijakan moneter The Fed, yang dapat mempengaruhi harga Emas.

 

AUD/USD Berhasil Bertahan di atas 0,6400, Potensi Kenaikan Tampak Terbatas di Tengah Bullish USD

Pasangan AUD/USD menarik beberapa aksi beli di sekitar angka bulat 0,6400 selama sesi Asia pada hari Selasa dan menyentuh level tertinggi harian baru
مزید پڑھیں Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Melayang di Dekat $1.910 dengan Bias Negatif, Fokus pada Makro AS

Hargaemas bergerak turun, diperdagangkan lebih rendah di sekitar $1.910 per troy ons selama sesi Asia pada hari Selasa. Dolar AS (USD) terus menguat,
مزید پڑھیں Next