NZD/USD Pulih di terendah 10 Minggu di Atas 0,6000 karena Kekhawatiran Beragam atas RBNZ dan The Fed

  • NZD/USD mengambil tawaran berli yang mengimbangi penurunan mingguan di level terendah beberapa hari.
  • Pembicaraan mengenai perubahan kebijakan The Fed menggantikan data Selandia Baru yang suram, kekhawatiran RBNZ dan mendukung pemulihan Kiwi terbaru.
  • Para penjual tetap berharap di tengah kekhawatiran atas Tiongkok, sentimen yang berhati-hati menjelang petunjuk lebih lanjut untuk inflasi AS.

NZD/USD masih ragu-ragu setelah memperbarui level terendah 2,5 bulan, memudar dari beberapa hari ke dekat 0,6015 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat dini hari di Auckland. Dengan demikian, pasangan Kiwi ini berusaha keras untuk menegaskan bias dovish mengenai Federal Reserve (The Fed) di tengah kekhawatiran terkait kelambanan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

Jajak pendapat Reuters terbaru tentang RBNZ menunjukkan bank sentral Selandia Baru mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 16 Agustus, serta memperpanjang kelambanan setidaknya hingga akhir Maret 2024.

Pada baris yang sama adalah data yang suram dari Selandia Baru (NZ) untuk bulan Juli karena IMO Bisnis Selandia Baru turun ke 46,3 versus 49,4 yang diharapkan dan 47,5 sebelumnya, sedangkan Indeks Harga Makanan turun ke -0,5% MoM untuk bulan tersebut dibandingkan 2,1% prakiraan pasar dan 1,6% yang tercatat pada bulan Juni.

Berbicara mengenai data AS, angka inflasi utama Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Juli sesuai dengan perkiraan pasar untuk mencetak kembali angka 0,2% MoM. Namun, IHK tahunan meningkat lebih lambat dari prakiraan 3,3% ke 3,2% YoY untuk bulan tersebut, dibandingkan 3,0% sebelumnya, menandai akselerasi pertama pada tingkat tahunan dalam 13 bulan. Selanjutnya, IHK non Makanan & Energi, yang juga dikenal sebagai IHK Inti, juga menunjukkan angka 0,20% MoM yang tidak berubah dan sesuai dengan konsensus pasar, namun menurun menjadi 4,7% YoY dibandingkan 4,8% yang tercatat di bulan Juni dan angka yang diharapkan. Perlu dicatat bahwa Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS naik menjadi 248 Ribu untuk minggu yang berakhir pada tanggal 4 Agustus dibandingkan 230 Ribu yang diharapkan dan 227 Ribu sebelumnya, sementara Klaim Tunjangan Pengangguran Lanjutan melemah menjadi 1,684 Juta dari 1,692 Juta (direvisi), dibandingkan 1,71 Juta yang diprakirakan oleh pasar.

Dengan data AS yang sebagian besar suram, sejumlah pengambil kebijakan dari Federal Reserve (The Fed) memberikan pendapatnay ketika menyampaikan kemenangan yang diperoleh dengan susah payah oleh bank sentral AS dalam hal inflasi. Meskipun begitu, nada bicara mereka tampak kurang meyakinkan bagi para merpati dan bergabung dengan kekhawatiran terhadap risiko negatif terkait Tiongkok untuk mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Meskipun demikian, Presiden Federal Reserve Bank Philadelphia Patrick Harker bersulang untuk kemajuan The Fed dalam memerangi inflasi dan bergabung dengan Presiden Federal Reserve Boston Susan Collins dan Presiden Federal Reserve Bank Atlanta Raphael Bostic untuk mendukung IHK AS yang lebih lembut. Namun, Presiden The Fed San Francisco Daly menolak sorak-sorai atas kemenangan mereka sambil berkata, "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan."

Di tempat lain, kekhawatiran akan menyaksikan lebih banyak perselisihan geopolitik antara Barat dan Tiongkok, terutama karena pembatasan AS pada investasi di perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok dan kemungkinan terulangnya tindakan oleh Inggris dan Uni Eropa, membebani sentimen. Selain itu, perbincangan mengenai pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di negara-negara ekonomi papan atas dan kesengsaraan resesi di Tiongkok, Jerman, dan Inggris juga mendorong penurunan Dolar AS. Selain itu, Badan Intelijen Keamanan Selandia Baru (NZSIS) mengatakan dalam laporan tahunan bahwa negara ini menyadari adanya aktivitas intelijen yang terkait dengan Tiongkok di dalam dan terhadap negara kepulauan dan wilayah Pasifik, yang pada gilirannya menandai kekhawatiran atas geopolitik negara Kiwi ini dan membebani Dolar Selandia Baru (NZD).

Dengan ini, NZD/USD tidak memiliki momentum pemulihan meskipun Kontrak Berjangka S&P500 sedikit naik dan imbal hasil obligasi Treasury AS turun, begitu juga dengan Dolar AS.

Ke depan, Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk bulan Juli akan mendahului pembacaan pertama Indeks Sentimen Konsumen (CSI) University of Michigan (UoM) untuk bulan Agustus untuk mengarahkan pergerakan NZD/USD. Yang juga penting adalah Ekspektasi Inflasi Konsumen 5 Tahun UoM untuk bulan tersebut. Di atas semua itu, berita RBNZ dan Tiongkok minggu depan akan sangat penting untuk menentukan arah harga selanjutnya.

Analisis Teknis

Kondisi RSI yang oversold bergabung dengan level terendah Mei di 0,5985 akan menantang para penjual NZD/USD. Namun, pemulihan pasangan mata uang ini membutuhkan validasi dari garis resistance bulanan, di sekitar 0,6100 pada saat berita ini ditulis.

GBP/USD tetap Defensif di Bawah Area 1,2700, PDB Inggris Diawasi

Pasangan GBP/USD tetap bertahan di sekitar 1,2680 selama awal sesi Asia hari Jumat. Para pelaku pasar menjadi berhati-hati menjelang data ekonomi papa
Leer más Previous

Prakiraan Produk Domestik Bruto Kuartal 2 Inggris: Diprakirakan Tidak Ada Pertumbuhan, GBP Dapat Terus Melemah

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) akan mempublikasikan rilis pertama Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk kuartal kedua tahun ini pada hari
Leer más Next