GBP/USD Tetap Defensif di Dekat 1,2500 di Tengah Kekhawatiran Gagal Bayar AS, Sinyal Inflasi Inggris Beragam

  • GBP/USD memangkas penurunan hari sebelumnya, yang pertama dalam empat hari, dengan kenaikan tipis.
  • Peritel Inggris membukukan kenaikan harga makanan terbesar sejak 2005, dan melihat adanya pelonggaran inflasi ke depan.
  • Dolar AS melemah karena kekhawatiran pagu utang bergabung dengan kecemasan pra-data di tengah pasar yang penuh.
  • IMP Manufaktur Inggris dan Pesanan Pabrik AS dapat mengarahkan pergerakan dalam perdagangan harian.

GBP/USD pulih di sekitar 1,2500 setelah membukukan penurunan harian terbesar dalam sepekan, serta menghentikan tren naik tiga hari pada hari sebelumnya. Dengan demikian, pasangan Cable mengambil petunjuk dari kemunduran Dolar AS sambil menyambut sebagian besar sinyal inflasi yang optimis dari Inggris. Namun, kekhawatiran yang relatif lebih hawkish seputar The Fed, daripada Bank of England (BoE), membuat para penjual pasangan Cable tetap berharap karena tidak memiliki momentum kenaikan di dekat level tertinggi dalam 11 bulan yang terlihat pada hari sebelumnya.

Harga makanan di supermarket Inggris naik 15,7% pada tahun ini hingga April, kenaikan tahunan terbesar dalam catatan sejak tahun 2005, namun harga yang lebih rendah ada di depan mata, British Retail Consortium (BRC) mengatakan pada hari Selasa, dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) mencetak penurunan harian pertama dalam empat hari terakhir di sekitar 102,00 karena kekhawatiran gagal bayar AS membayangi setelah Departemen Keuangan memajukan tanggal kehabisan dana untuk mencocokkan kewajiban jika pagu utang saat ini tidak diubah, menjadi 1 Juni dari yang sebelumnya diisyaratkan pada bulan Juli. Perlu dicatat bahwa kelegaan dari drama US First Republic Bank, setelah regulator AS menyita aset-aset bank yang bermasalah dan menjualnya kepada pembeli baru, yaitu JP Morgan, juga membebani Dolar AS dan memungkinkan para pembeli GBP/USD untuk kembali.

Namun, perlu dicatat bahwa petunjuk inflasi AS yang optimis baru-baru ini dan meredanya harapan akan perubahan kebijakan Fed pada tahun 2023 tampaknya membuat para pembeli Dolar AS tetap berharap. Selain itu, kekhawatiran seputar ketegangan AS-Tiongkok dan laporan pekerjaan AS yang relatif lebih kuat menambah kekuatan pada bias bearish tentang pasangan Cable.

Di tengah-tengah permainan ini, S&P 500 Futures melacak ketidakpastian Wall Street di dekat 4.180, mundur dari level tertinggi tiga bulan, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun dan dua-tahun AS turun dari level tertinggi satu pekan menjadi 3,55% dan 4,13% pada level terbaru.

Selanjutnya, para pedagang pasangan GBP/USD harus memperhatikan pembacaan akhir IMP Manufaktur Global S&P Inggris untuk bulan April, serta Pesanan Pabrik AS untuk bulan Maret, untuk arah perdagangan harian. Namun, perhatian utama akan tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) pekan ini dan laporan pekerjaan AS untuk bulan April.

Analisis Teknikal

Meskipun level DMA-10 di sekitar 1,2475 menempatkan dasar di bawah harga GBP/USD untuk jangka pendek, pemulihan pasangan Cable masih sulit kecuali jika melewati garis resistensi naik satu bulan, terakhir mendekati 1,2575.

 

Berita Harga USD/IDR: Rupiah Turun dari Tertinggi 11 Bulan ke 14,700 di Tengah Inflasi Indonesia yang Beragam

USD/IDR membenarkan inflasi Indonesia yang suram sementara memantul dari level terendah 11 bulan ke 14,710 menjelang sesi Eropa hari Selasa. Dengan de
আরও পড়ুন Previous

Kontrak Berjangka Minyak Mentah: Berpeluang untuk Mendapatkan Kenaikan Ekstra

Open interest di pasar minyak mentah berjangka naik untuk 4 sesi berturut-turut pada hari Senin, kali ini sekitar 4,3 ribu kontrak, menurut pembacaan
আরও পড়ুন Next