AUD/JPY Melonjak 30 Poin karena Data Ketenagakerjaan Australia yang Secara Mengejutkan Optimis

  • AUD/JPY mengambil tawaran untuk memperbarui level tertinggi dalam perdagangan harian selama tren naik lima hari.
  • Perubahan Ketenagakerjaan Australia melonjak, Tingkat Pengangguran tetap di bulan Maret.
  • Ueda dari BoJ mencoba untuk mempertahankan kebijakan uang longgar namun gagal sejauh ini.
  • Imbal hasil bertahan lebih rendah karena resesi, masalah geopolitik mendukung permintaan obligasi.

AUD/JPY menyegarkan level tertinggi dalam perdagangan harian di dekat 89,35 karena laporan ketenagakerjaan Australia yang optimis untuk bulan Maret mendukung kenaikan selama lima hari dominasi pada Kamis dini hari. Namun, perbedaan dalam bias pasar terhadap Reserve Bank of Australia (RBA) dan Bank of Japan (BoJ), serta imbal hasil yang suram, mendorong para pembeli pasangan mata uang ini.

Perubahan Ketenagakerjaan utama Australia melonjak sebesar 53 Ribu dibandingkan ekspektasi 20 Ribu  dan 64,6 Ribu sebelumnya, sementara Tingkat Pengangguran tidak berubah dibandingkan ekspektasi yang menandai angka 3,6%. Lebih lanjut, Tingkat Partisipasi juga meningkat menjadi 66,7% dibandingkan perkiraan pasar yang mencetak ulang angka 66,6%.

Baca juga: Breaking: AUD Melonjak karena Laporan Pasar Tenaga Kerja yang Kuat

Data Australia terbaru yang optimis ini kontras dengan pernyataan dovish hari sebelumnya dari Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) (Sistem Keuangan) Michele Bullock yang membuat para penjual AUD/JPY tetap optimis.

Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda berusaha mempertahankan kebijakan uang longgar bank sentral Jepang saat berbicara pada pertemuan negara-negara Group of Seven (G7) di Washington. "BoJ akan melanjutkan pelonggaran moneter hingga target harga stabil dan tercapai secara berkelanjutan," ujar Ueda dari BoJ sembari menambahkan bahwa inflasi konsumen Jepang saat ini berada di kisaran 3% namun kemungkinan akan melambat ke depannya.

Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah acuan masih tertekan setelah mencetak penurunan harian pertama di minggu ini pada hari sebelumnya. Pada hari Rabu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menghentikan tren kenaikan selama tiga hari dengan penurunan tipis menjadi sekitar 3,40% sementara obligasi bertenor dua tahun juga turun menjadi 3,96%, menandai penurunan harian pertama dalam lima hari terakhir.

Ketika menelusuri petunjuk di balik pembelian obligasi, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dan ketegangan geopolitik yang berasal dari Tiongkok dan Korea Utara tampaknya menjadi perhatian utama.

Selanjutnya, angka-angka perdagangan Tiongkok untuk bulan Maret akan menjadi penting untuk diperhatikan untuk mengetahui arah selanjutnya, namun perhatian utama harus diberikan pada pergerakan pasar obligasi dan pembaruan BoJ.

Analisis Teknikal

Terlepas dari kenaikan terbaru, para pembeli AUD/JPY harus tetap berhati-hati hingga harga tetap berada di bawah garis resistensi turun enam minggu di dekat 89,50 dan angka bulat 90,00. Di sisi lain, konvergensi dari garis support yang menanjal dari 24 Maret dan MA 21, di sekitar 88,45 pada saat berita ini ditulis, menawarkan support turun yang kuat baig pasangan mata uang ini.

 

AUD/USD Melonjak di Atas 0,6700 karena Data Ketenagakerjaan Australia yang Optimis

Pasangan AUD/USD telah naik di atas resisten level bulat di 0,6700 karena Biro Statistik Australia melaporkan data Ketenagakerjaan yang optimis. Perek
了解更多 Previous

Hunt, Inggris: Pemilu Dapat Diadakan Paling Cepat pada Musim Semi 2024

Berbicara kepada Bloomberg TV pada pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington pada Rabu malam, Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt meng
了解更多 Next