Dolar AS Kehilangan Kekuatan Jelang Data Penting IHK AS

  • Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya setelah liburan Paskah.
  • EUR/USD bertahan di atas support kunci meskipun terjadi penurunan terbaru.
  • Data ihk bulan Maret dari AS dapat berdampak signifikan pada valuasi Dolar AS.

Dolar AS (USD) tetap berada di posisi lemah pada hari Selasa dan melemah terhadap mata uang utama lainnya karena para investor bersiap-siap untuk data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Maret yang sangat dinanti-nantikan dari AS. Indeks Dolar AS, yang menutup empat hari perdagangan sebelumnya di wilayah positif, mundur ke 102,00, mencerminkan kurangnya permintaan untuk mata uang tersebut.

Menjelang akhir pekan, USD menguat karena para investor mulai memperhitungkan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS (The Fed) sebesar 25 basis poin (bp) di bulan Mei yang didukung oleh laporan lapangan pekerjaan bulan Maret yang optimis. Namun, dengan kondisi perdagangan yang kembali normal setelah akhir pekan yang panjang, imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai turun, membuat USD sulit untuk terus mengungguli mata uang lainnya. Selain itu, membaiknya sentimen risiko tampaknya akan menambah beban bagi USD.

Ringkasan Penggerak Pasar Harian: Dolar AS Bergulat untuk tetap Menarik

  • Nonfarm Payrolls di AS naik 236.000 di bulan Maret, sedikit di bawah ekspektasi pasar 240.000. Angka bulan Februari sebesar 311.000 direvisi naik menjadi 326.000 dari 311.000.
  • Inflasi upah di AS, yang diukur dengan Penghasilan Rata-Rata Per Jam, turun ke 4,2% secara tahunan dari 4,6% di bulan Februari. Tingkat Pengangguran turun ke 3,5% dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat ke 62,6% dari 62,5%.
  • CME Group FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar menetapkan probabilitas 67% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bp di bulan Mei, dibandingkan dengan 73% pada hari Senin.
  • Estimasi model GDPNow Federal Reserve Bank of Atlanta untuk Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil kuartal pertama di AS naik menjadi 2,2% dari 1,5% pada 10 April.
  • Presiden The Fed NY John Williams berpendapat pada hari Senin bahwa laju kenaikan suku bunga The Fed tidak berada di balik isu-isu seputar dua bank yang runtuh pada bulan Maret.
  • Survei konsumen terbaru The Fed NY mengungkapkan bahwa ekspektasi inflasi satu tahun naik menjadi 4,7% di bulan Maret dari 4,2% di bulan Februari.
  • Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee akan menyampaikan pidato pada hari Senin.
  • Inflasi di AS, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) diprakirakan turun menjadi 5,2% di bulan Maret dari 6% di bulan Februari. IHK Inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, diperkirakan akan naik 0,4% secara bulanan, dibandingkan dengan kenaikan 0,5% yang tercatat di bulan Februari.

Analisis Teknikal: Dolar AS Berbalik Bearish terhadap Euro

EUR/USD ditutup di wilayah negatif dalam dua hari perdagangan sebelumnya dan menyentuh level terendah dalam sepekan di 1.0830 pada hari Senin. Namun, pasangan mata uang ini berhasil mendapatkan kembali traksinya pada hari Selasa dan naik di atas area 1,0900. Prospek teknikal jangka pendek pasangan ini tetap bullish dengan indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian yang bertahan di atas 50. Selain itu, EUR/USD telah berbalik arah setelah berada dalam jarak yang dekat dengan Simple Moving Average 20-hari, yang saat ini sejajar dengan support terdekat di 1,0830.

Jika EUR/USD stabil di atas 1,0900, kemungkinan akan menghadapi resistance di 1,0950 (level statis) sebelum menargetkan 1,1000 (titik akhir tren naik terbaru, level psikologis) dan 1,1035 (level tertinggi multi-bulan yang ditetapkan pada awal Februari).

Pada sisi negatifnya, 1,0830 (SMA 20 hari) terlatak sebagai support pertama sebelum 1,0800 (level psikologis), 1,0740 (SMA 50 hari) dan 1,0700 (SMA 100 hari).

Bagaimana Dampak Kebijakan The Fed terhadap Dolar AS?

Bank Sentral AS (Federal Reserve) memiliki dua mandat: menciptakan lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuan-tujuannya, tetapi harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, maka mereka akan mengetatkan kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario ini, Dolar AS (USD) kemungkinan akan menguat karena jumlah uang beredar berkurang. Di sisi lain, The Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika mereka khawatir akan meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah kemungkinan akan menyebabkan pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak orang. Dalam hal ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.

The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif (QT) atau pelonggaran kuantitatif (QE) untuk menyesuaikan ukuran neraca keuangannya dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada pembelian aset oleh The Fed, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT adalah kebalikannya. QE secara luas dilihat sebagai tindakan kebijakan bank sentral yang negatif terhadap USD dan sebaliknya.

Indeks USD: Tren Turun Masih Berlanjut, Dapat Percepat di Bawah 102 – Scotiabank

USD diperdagangkan lebih rendah secara luas. Indeks Dolar AS (DXY) dapat mempercepat penurunannya jika menembus di bawah level 102, demikian laporan e
Mehr darüber lesen Previous

USD/CAD: Penutupan Rendah Hari ini akan Diikuti Nada USD yang Lebih Lemah – Scotiabank

USD/CAD sedikit berubah di sekitar 1,35. Tapi aksi harga pasangan mata uang ini terlihat positif untuk Loonie, para ekonom di Scotiabank melaporkan.
Mehr darüber lesen Next