NZD/USD Menargetkan Bertahan di Atas 0,6300 karena RBNZ akan Naikkan Suku Bunga Lebih Lanjut

  • NZD/USD berupaya mempertahankan perdagangan di atas 0,6300 di tengah sentimen risk-on.
  • Lonjakan tiba-tiba dalam peluang kenaikan suku bunga sekali lagi oleh Federal Reserve telah mendukung Indeks USD dalam melanjutkan pemulihannya.
  • Reserve Bank of New Zealand diharapkan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut menjadi 5% meskipun prospek ekonomi suram.
  • NZD/USD mengumpulkan kekuatan untuk menembus Flat Channel.

NZD/USD menampilkan aksi bolak-balik di atas resistensi level bulat 0,6300 di awal sesi Eropa. Aset NZD/USD menghadapi barikade untuk mempertahankan bisnisnya di atas 0,6300 karena Indeks Dolar AS (DXY) telah melanjutkan pemulihannya di atas 102,20. Indeks USD telah melanjutkan langkah pemulihannya di tengah kenaikan mendadak dalam peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp) dari Federal Reserve (Fed).

Sesuai dengan alat CME Fedwatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 5,00-5,25% tiba-tiba menembus angka di atas 58%. Tampaknya komentar dari Gubernur Dewan Federal Reserve AS Lisa Cook telah memberikan dukungan pada Indeks USD. Pada hari Senin, Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan bahwa AS memiliki tingkat pengangguran yang rendah dan inflasi yang tinggi. Oleh karena itu, The Fed saat ini berfokus pada inflasi dan proses disinflasi sedang berlangsung, tetapi kita belum sampai di sana.

Sementara itu, S&P500 Futures menunjukkan pergerakan yang berombak di awal sesi Eropa di tengah kurangnya kejelasan untuk panduan suku bunga Federal Reserve, namun tema selera risiko masih solid. Meningkatnya peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bp secara berturut-turut dari Federal Reserve gagal memberikan dukungan pada imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil yang dihasilkan dari obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terlihat sideways di atas 3,42%.

IMP Manufaktur ISM AS Berada di Bawah 50,0 Selama Lima Bulan Berturut-turut

Indeks Dolar AS mengalami penurunan tajam pada hari Senin setelah rilis data IMP Manufaktur ISM Amerika Serikat di bawah 50,0, secara berturut-turut untuk kelima kalinya, menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan AS diharapkan akan menunjukkan perlambatan pada kuartal ini. Data ekonomi tersebut mengalami kontraksi menjadi 46,3 dari konsensus 47,5 dan rilis sebelumnya 47,7.

Selain itu, Indeks Pesanan Baru mengalami kontraksi menjadi 44,3 dari ekspektasi 44,6, yang mengindikasikan bahwa permintaan ke depan diharapkan akan tetap lemah. IMP Manufaktur AS yang lebih lemah dari yang diantisipasi telah memperkuat kemungkinan resesi di masa depan. Perusahaan-perusahaan berjuang untuk meningkatkan produksi mereka karena suku bunga Federal Reserve yang lebih tinggi menghalangi mereka untuk meningkatkan pinjaman. Selain itu, tekanan inflasi yang meningkat menciptakan banyak beban pada rumah tangga, yang berjuang untuk mengimbangi dampak dari kenaikan harga barang. Hal ini menyebabkan perlunya jeda suku bunga lebih cepat untuk menanamkan kepercayaan di antara para investor.

Investor Mengalihkan Fokus pada Data Ketenagakerjaan AS

Para investor diharapkan untuk mendapatkan petunjuk yang berarti setelah rilis data ketenagakerjaan AS pekan ini. Data Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat akan diawasi dengan cermat karena penambahan tenaga kerja baru yang lebih tinggi akan mengindikasikan bahwa permintaan secara keseluruhan solid dan indeks biaya tenaga kerja akan terus meningkat.

Namun sebelum itu, data Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) (Maret) AS pada hari Rabu akan tetap menjadi sorotan. Menurut prakiraan, data ekonomi ini akan dirilis lebih rendah di 205.000 vs rilis sebelumnya 242.000.

RBNZ akan Menaikkan Suku Bunga Lebih LanJut Meskipun Prospek Ekonomi Suram

Perekonomian Selandia Baru telah mengalami kontraksi karena rumah tangga masih belum pulih dari situasi banjir dan inflasi yang membandel, yang telah menambah banyak beban. Reuters melaporkan bahwa ekonomi Selandia Baru diharapkan menyusut 0,3% pada kuartal ini, menyusul kontraksi 0,6% pada tiga bulan terakhir tahun 2022, yang mengindikasikan resesi ringan yang kemungkinan besar akan mendorong RBNZ untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Namun, inflasi yang membandel di Selandia Baru diharapkan akan diatasi terlebih dahulu oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk melindungi ekonomi dari gejolak lebih lanjut. Tingkat inflasi dalam perekonomian Selandia Baru terakhir tercatat sebesar 7,3% dan perlu dikendalikan lebih cepat dengan alat moneter yang ketat. Dalam jajak pendapat Reuters pada 27-30 Maret, lebih dari 90% ekonom mengatakan bahwa Gubernur Reserve BANK of New Zealand Adrian Orr akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 5,00% pada pertemuan 5 April, tertinggi sejak Desember 2008.

Prospek Teknikal NZD/USD

Grafik NZD/USD

NZD/USD sedang mengumpulkan kekuatan untuk menembus Flat Channel yang terbentuk pada skala empat jam. Terobosan pada flat channel akan menghasilkan kenaikan yang lebih luas dan volume yang besar. Exponential Moving Average (EMA) 20-periode di 0,6267 memberikan dukungan pada kenaikan Dolar Selandia Baru.

Terobosan yang menentukan ke dalam kisaran bullish 60,00-80,00 oleh Relative Strength Index (RSI) (14) akan mengaktifkan momentum bullish.

 

Kontrak Berjangka Emas: Pintu Terbuka untuk Kenaikan Ekstra

Data awal CME Group untuk pasar emas berjangka mencatat bahwa para pedagang meningkatkan posisi open interest mereka sebanyak hampir 5 ribu kontrak pa
আরও পড়ুন Previous

GBP/USD Menghadapi Resisten Kuat di 1,2450 – UOB

Menurut pendapat Ahli Strategi Pasar UOB Group, Quek Ser Leang dan Ahli Strategi FX Senior Peter Chia, GBP/USD harus menembus area 1,2450 untuk mendap
আরও পড়ুন Next