GBP/USD Terlihat Rentan di Atas 1,2000 Meskipun Taruhan Hawkish BoE Meningkat

  • GBP/USD berjuang untuk mempertahankan posisi di atas 1,2000 karena ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina meningkat.
  • Sikap meragukan RRT terhadap perang Rusia-Ukraina meredam mood pasar.
  • Kekurangan tenaga kerja dan tidak adanya tanda-tanda pelonggaran indeks biaya tenaga kerja meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga BoE.

Pasangan GBP/USD menunjukkan pergerakan yang bergejolak di sekitar 1,2020 di awal sesi Eropa. Cable terlihat lemah meskipun telah pulih dari support psikologis 1,2000. Meningkatnya pertaruhan hawkish Bank of England (BoE) gagal memberikan dukungan pada Pound Sterling.

Indeks Dolar AS (DXY) sedang menunggu rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat untuk sebuah pergerakan yang menentukan. Saat berita ini ditulis, Indeks USD bergerak dalam kisaran sempit di sekitar 104,20. Investor harus bersiap-siap untuk kejutan dari alat inflasi pilihan Federal Reserve (Fed) karena data pasar tenaga kerja dan Penjualan Ritel bulan Januari telah menunjukkan bahwa inflasi Amerika Serikat cukup tinggi dan akan dikendalikan dengan menaikkan suku bunga lebih lanjut dan mempertahankannya untuk jangka waktu yang lebih lama.

Indeks S&P500 berjangka menunjukkan kinerja yang lemah karena investor menahan diri untuk membangun posisi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Perekonomian RRT telah gagal menanamkan kepercayaan pada sekutu-sekutu Barat bahwa pemerintahnya mendukung gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina meskipun telah merilis rencana perdamaian 12 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa para investor harus berhati-hati sampai ada kejelasan mengenai situasi.

Karena para investor telah mencerna ketakutan akan resesi di Amerika Serikat karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed, permintaan akan obligasi pemerintah AS telah pulih. Hal ini menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menjadi 3,87%.

Di sisi Inggris Raya, kebutuhan untuk pembatasan kebijakan lebih lanjut semakin dalam karena ekonomi telah berhasil menghindari resesi pada CY2022 dan sekarang prospek ekonomi membaik kembali karena kebangkitan belanja konsumen. Kekurangan tenaga kerja dan tidak adanya tanda-tanda penurunan indeks biaya tenaga kerja terlihat cukup untuk menopang tekanan inflasi lebih lanjut.

Pembuat kebijakan Bank of England (BoE) Catherine Mann mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral tidak perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk saat ini karena angka inflasi masih dalam dua digit meskipun telah menaikkan suku bunga menjadi 4%. Pembuat kebijakan BoE khawatir mengenai berlanjutnya inflasi dan melihat perlunya pengetatan lebih lanjut dan percaya bahwa pivot tidak akan segera terjadi.

 

USD/JPY Tertekan di Sekitar 134,70 Pasca Volatilitas yang Diilhami oleh Pidato Bank of Japan Ueda

USD/JPY tetap bergerak dengan kuat di sesi Asia saat Calon Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menyampaikan pidato pertamanya setelah terpilih. As
مزید پڑھیں Previous

Prakiraan Harga Emas: Penjual XAU/USD Mengincar $1.820 dan Petunjuk Inflasi AS – Confluence Detector

Harga emas (XAU/USD) mencetak kenaikan tipis karena mengkonsolidasi penurunan mingguan, yang keempat berturut-turut, menjelang rilis data inflasi yang
مزید پڑھیں Next